Budidaya Ikan Hias

Indonesia Berpeluang Rebut Pasar Ikan Hias Dunia

JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berupaya meningkatkan daya saing produk perikanan non-konsumsi asal Indonesia, khususnya ikan hias. Salah satu cara meningkatkan daya saing ekspor itu adalah dengan meningkatkan kualitas ikan hias di Indonesia, terutama dalam sisi ukurannya.

“Jangan mengekspor ikan hias ukuran kecil. Lebih baik ikan hias dikembangkan dulu sehingga akan mendapatkan nilai tambah yang tentu saja diiringi oleh kenaikan nilai ekspor,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C Sutardjo, seusai membuka Rinyukai Indonesia SuperKoi Show di Plenary Hall Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Sabtu (16/6/2012).

Diakui Sharif, selama ini pembudidaya ikan hias di Indonesia menjual ikan berukuran kecil tanpa nilai tambah (added value) ke Singapura. Akibatnya, capaian ekspor ikan hias Indonesia tertinggal ketimbang Singapura.

KKP sendiri menargetkan ekspor ikan hias senilai 20 juta dollar AS tahun 2012 ini atau naik dibandingkan tahun 2011 lalu sebesar 19 juta dollar AS. Saat ini, Indonesia masih berada di posisi kelima, sebagai negara pengekspor ikan hias.

Saat ini, sentra-sentra produksi ikan hias di Indonesia sudah tersebar di 18 wilayah, antara lain Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara. “Agar bisa merajai pasar ikan dunia, maka sekarang harus ditingkatkan strategi marketing-nya,” ungkap Sharif.

Untuk mendukung pemasaran ikan hias Indonesia, KKP berencana menerapkan program registrasi produk ikan hias, sertifikasi ikan hias, serta promosi dan penguatan branding. Selain itu pada tahun ini, KKP akan menyokong para pembudidaya melalui program bantuan Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) yang menyisir sekitar 7.300 kelompok dengan alokasi sebesar Rp 604 miliar.

Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Subiakto mengatakan, produksi budidaya ikan hias tahun 2011 sudah mencapai 1,5 miliar ekor. Capaian itu melampaui target yang telah ditetapkan, yaitu 700 juta ikan hias.

Di sisi lain, capaian produksi ikan koi tercatat sebesar 450 juta ekor atau 30 persen dari total keseluruhan produksi budidaya ikan hias. Kini sentra terbesar koi berada di Blitar, Yogyakarta, DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, dan Sumatera. “Kami akan terus kembangkan ikan hias jenis koi, dengan meningkatkan nilai tambah tentunya,” kata Slamet. (Asnil Bambani Amri/Kontan)

Sumber :KONTAN
Editor :Erlangga Djumena

Iklan

Budidaya Ikan Hias

Budi Daya Ikan Nila Merah

Ikan nila merah adalah jenis ikan yang sudah terkenal di kalangan masyarakat. Bagi para petani memelihara ikan nila merah banyak dipilih karena mudah dalam membudidayakan dan mudah dalam pemasarannya. Selain itu minat pasar untuk ikan nila merah masih sangat lebar, mulai dari yang ukuran bibit sampai konsumsi semua pasar tersebut masih memungkinkan. Karena termasuk ikan konsumsi, ikan nila merah memiliki harga yang cukup terjangkau di pasar.

Peluang Usaha Budi Daya Ikan nila merah dapat memungkinkan dalam berbagai bentuk usaha,diantaranya:
– Usaha Pembenihan
– Usaha Pembesaran
– Usaha Pemasaran atau Distribusi

Kebutuhan benih seiring dengan kebutuhan ikan nila merah konsumsi, semakin besar kebutuhan konsumsi maka kebutuhan akan bibit nila semakin meningkat dengan demikian peluang usaha terbuka dalam hal pembibitan ikan nila merah. Metode pembibitan juga relatif lebih mudah, karena Ikan nila merah dapat berkembang biak secara alami dengan sangat mudah. Hanya yang diperlukan adalah lahan yang cukup luas. Ikan nila merah akan berkembang dengan sangat cepat pada areal sawah yang dangkal dan cukup luas dengan suhu air yang cukup hangat.

Ikan nila merah memiliki kemampuan menyesuaikan diri yang baik dengan lingkungan sekitarnya. Sehingga ia bisa dipelihara di dataran rendah yang berair payau maupun dataran yang tinggi dengan suhu yang rendah. Ia mampu hidup pada suhu 14 – 38 derajat celcius. Dengan suhu terbaik adalah 25 – 30 derajat. Meski ia bisa hidup di kadar garam sampai 35% namun ia sudah tidak dapat tumbuh berkembang dengan baik.

Ikan nila merah dapat mencapai saat dewasa pada umur 4 – 5 bulan dan ia akan mencapai pertumbuhan maksimal untuk melahirkan sampai berumur 1,5 – 2 tahun. Dan dapat berlangsung selama 6 – 7 kali dalam setahun. Ikan nila merah jantan menjadi agresif saat musim ini.

Ikan nila merah termasuk dalam ikan pemakan segala atau Omnivora. Ikan ini dapat berkembang biak dengan aneka makanan baik hewani maupun nabati. Ikan nila merah saat ia masih benih, pakannya adalah plankton dan lumut sedangkan jika ia sudah dewasa ia mampu diberi makanan tambahan seperti pelet dan berbagai makanan lain yaitu daun talas.

Budidaya Ikan Hias

Budidaya Lele

Lele merupakan jenis ikan yang digemari masyarakat, dengan rasa yang lezat, daging empuk, duri teratur dan dapat disajikan dalam berbagai macam menu masakan.

1.Pembenihan Lele.
Adalah budidaya lele untuk menghasilkan benih sampai berukuran tertentu dengan cara mengawinkan induk jantan dan betina pada kolam-kolam khusus pemijahan. Pembenihan lele mempunyai prospek yang bagus dengan tingginya konsumsi lele serta banyaknya usaha pembesaran lele.

2.Sistem Budidaya.
Terdapat 3 sistem pembenihan yang dikenal, yaitu :
1. Sistem Massal. Dilakukan dengan menempatkan lele jantan dan betina dalam satu kolam dengan perbandingan tertentu. Pada sistem ini induk jantan secara leluasa mencari pasangannya untuk diajak kawin dalam sarang pemijahan, sehingga sangat tergantung pada keaktifan induk jantan mencari pasangannya.

2. Sistem Pasangan.
Dilakukan dengan menempatkan induk jantan dan betina pada satu kolam khusus. Keberhasilannya ditentukan oleh ketepatan menentukan pasangan yang cocok antara kedua induk.

3. Pembenihan Sistem Suntik (Hyphofisasi).
Dilakukan dengan merangsang lele untuk memijah atau terjadi ovulasi dengan suntikan ekstrak kelenjar Hyphofise, yang terdapat di sebelah bawah otak besar. Untuk keperluan ini harus ada ikan sebagai donor kelenjar Hyphofise yang juga harus dari jenis lele.

Tahap Proses Budidaya.

A. Pembuatan Kolam.
Ada dua macam/tipe kolam, yaitu bak dan kubangan (kolam galian). Pemilihan tipe kolam tersebut sebaiknya disesuaikan dengan lahan yang tersedia. Secara teknis baik pada tipe bak maupun tipe galian, pembenihan lele harus mempunyai :

Kolam tandon.
Mendapatkan masukan air langsung dari luar/sumber air. Berfungsi untuk pengendapan lumpur, persediaan air, dan penumbuhan plankton. Kolam tandon ini merupakan sumber air untuk kolam yang lain.
Kolam pemeliharaan induk. Induk jantan dan bertina selama masa pematangan telur dipelihara pada kolam tersendiri yang sekaligus sebagai tempat pematangan sel telur dan sel sperma.
Kolam Pemijahan.
Tempat perkawinan induk jantan dan betina. Pada kolam ini harus tersedia sarang pemijahan dari ijuk, batu bata, bambu dan lain-lain sebagai tempat hubungan induk jantan dan betina.
Kolam Pendederan.
Berfungsi untuk membesarkan anakan yang telah menetas dan telah berumur 3-4 hari. Pemindahan dilakukan pada umur tersebut karena anakan mulai memerlukan pakan, yang sebelumnya masih menggunakan cadangan kuning telur induk dalam saluran pencernaannya.

Pemilihan Induk
Induk jantan mempunyai tanda :
– tulang kepala berbentuk pipih
– warna lebih gelap
– gerakannya lebih lincah
– perut ramping tidak terlihat lebih besar daripada punggung
– alat kelaminnya berbentuk runcing.
Induk betina bertanda :
– tulang kepala berbentuk cembung
– warna badan lebih cerah
– gerakan lamban
– perut mengembang lebih besar daripada punggung alat kelamin berbentuk bulat.

Persiapan Lahan.
Proses pengolahan lahan (pada kolam tanah) meliputi :
– Pengeringan.
Untuk membersihkan kolam dan mematikan berbagai bibit penyakit.

– Pengapuran.
Dilakukan dengan kapur Dolomit atau Zeolit dosis 60 gr/m2 untuk mengembalikan keasaman tanah dan mematikan bibit penyakit yang tidak mati oleh pengeringan.

– Perlakuan TON (Tambak Organik Nusantara).
untuk menetralkan berbagai racun dan gas berbahaya hasil pembusukan bahan organik sisa budidaya sebelumnya dengan dosis 5 botol TON/ha atau 25 gr (2 sendok makan)/100m2. Penambahan pupuk kandang juga dapat dilakukan untuk menambah kesuburan lahan.

– Pemasukan Air.
Dilakukan secara bertahap, mula-mula setinggi 30 cm dan dibiarkan selama 3-4 hari untuk menumbuhkan plankton sebagai pakan alami lele.
Pada tipe kolam berupa bak, persiapan kolam yang dapat dilakukan adalah :
– Pembersihan bak dari kotoran/sisa pembenihan sebelumnya.
– Penjemuran bak agar kering dan bibit penyakit mati. Pemasukan air fapat langsung penuh dan segera diberi perlakuan TON dengan dosis sama

Pemijahan.
Pemijahan adalah proses pertemuan induk jantan dan betina untuk mengeluarkan sel telur dan sel sperma. Tanda induk jantan siap kawin yaitu alat kelamin berwarna merah. Induk betina tandanya sel telur berwarna kuning (jika belum matang berwarna hijau). Sel telur yang telah dibuahi menempel pada sarang dan dalam waktu 24 jam akan menetas menjadi anakan lele.

Pemindahan.
Cara pemindahan :
– kurangi air di sarang pemijahan sampai tinggi air 10-20 cm.
– siapkan tempat penampungan dengan baskom atau ember yang diisi dengan air di sarang.
– samakan suhu pada kedua kolam
– pindahkan benih dari sarang ke wadah penampungan dengan cawan atau piring.
– pindahkan benih dari penampungan ke kolam pendederan dengan hati-hati pada malam hari, karena masih rentan terhadap tingginya suhu air.

Pendederan.
Adalah pembesaran hingga berukuran siap jual, yaitu 5 – 7 cm, 7 – 9 cm dan 9 – 12 cm dengan harga berbeda. Kolam pendederan permukaannya diberi pelindung berupa enceng gondok atau penutup dari plastik untuk menghindari naiknya suhu air yang menyebabkan lele mudah stress. Pemberian pakan mulai dilakukan sejak anakan lele dipindahkan ke kolam pendederan ini.

Manajemen Pakan.
Pakan anakan lele berupa :
– pakan alami berupa plankton, jentik-jentik, kutu air dan cacing kecil (paling baik) dikonsumsi pada umur di bawah 3 – 4 hari.
– Pakan buatan untuk umur diatas 3 – 4 hari. Kandungan nutrisi harus tinggi, terutama kadar proteinnya.
– Untuk menambah nutrisi pakan, setiap pemberian pakan buatan dicampur dengan POC NASA dengan dosis 1 – 2 cc/kg pakan (dicampur air secukupnya), untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tubuh karena mengandung berbagai unsur mineral penting, protein dan vitamin dalam jumlah yang optimal.

Manajemen Air.
Ukuran kualitas air dapat dinilai secara fisik :
– air harus bersih
– berwarna hijau cerah
– kecerahan/transparansi sedang (30 – 40 cm).

Ukuran kualitas air secara kimia :
– bebas senyawa beracun seperti amoniak
– mempunyai suhu optimal (22 – 26 0C).

Untuk menjaga kualitas air agar selalu dalam keadaan yang optimal, pemberian pupuk TON sangat diperlukan. TON yang mengandung unsur-unsur mineral penting, lemak, protein, karbohidrat dan asam humat mampu menumbuhkan dan menyuburkan pakan alami yang berupa plankton dan jenis cacing-cacingan, menetralkan senyawa beracun dan menciptakan ekosistem kolam yang seimbang. Perlakuan TON dilakukan pada saat oleh lahan dengan cara dilarutkan dan di siramkan pada permukaan tanah kolam serta pada waktu pemasukan air baru atau sekurang-kurangnya setiap 10 hari sekali. Dosis pemakaian TON adalah 25 g/100m2.

Manajemen Kesehatan.
Pada dasarnya, anakan lele yang dipelihara tidak akan sakit jika mempunyai ketahanan tubuh yang tinggi. Anakan lele menjadi sakit lebih banyak disebabkan oleh kondisi lingkungan (air) yang jelek. Kondisi air yang jelek sangat mendorong tumbuhnya berbagai bibit penyakit baik yang berupa protozoa, jamur, bakteri dan lain-lain. Maka dalam menejemen kesehatan pembenihan lele, yang lebih penting dilakukan adalah penjagaan kondisi air dan pemberian nutrisi yang tinggi. Dalam kedua hal itulah, peranan TON dan POC NASA sangat besar. Namun apabila anakan lele terlanjur terserang penyakit, dianjurkan untuk melakukan pengobatan yang sesuai. Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh infeksi protozoa, bakteri dan jamur dapat diobati dengan formalin, larutan PK (Kalium Permanganat) atau garam dapur. Penggunaan obat tersebut haruslah hati-hati dan dosis yang digunakan juga harus sesuai.

Budidaya Ikan Hias

Cara Budidaya Ikan Guppy

Ikan hias cukup dikenal oleh masyarakat sebagai hiasan aquarium. Perkembangan ikan hias di Indonesia mengalami kemajuan yang terus meningkat, terutama ikan hias air tawar asli Indonesia. Dari sekian banyak jenis ikan hias, tidak semuanya telah dapat dibudidayakan. Dalam menternakkan ikan hias harus diperhatikan bahwa masing-masing jenis mempunyai sifat dan kebiasaan hidup yang berbeda-beda, misalnya dalam cara pemijahan, bertelur ataupun menyusun sarangnya

Cara perkembangbiakkan ikan hias ada beberapa macam:

Ikan-ikan hias yang beranak.
Ikan-ikan hias yang bertelur berserakan.
Ikan-ikan hias yang meletakkan telurnya pada suatu subtrat.
Ikan-ikan hias yang menetaskan telurnya dalam sarang busa.
Ikan-ikan yang mengeramkan telurnya di dalam mulut.

Dalam tulisan ini akan dibahas mengenai cara-cara pemeliharaan ikan hias yang beranak (live bearer), misalnya Ikan Guppy (Poecilia reticulata Guppy)

CIRI-CIRI INDUK JANTAN DAN BETINA

Induk Jantan

Mempunyai gonopodium (berupa tonjolan dibelakang sirip perut) yang merupakan modifikasi sirip anal yang berupa menjadi sirip yang panjang.
Tubuhnya rampaing.
Warnanya lebih cerah.
Sirip punggung lebih panjang.
Kepalanya besar.

Induk Betina

Dibelakang sirip perut tidak ada gonopodium, tetapi berupa sirip halus.
Tubuhnya gemuk
Warnanya kurang cerah.
Sirip punggung biasa.
Kepalanya agak runcing.

HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PEMELIHARAAN

Air yang diperlukan adalah ari yang cukup mengandung Oksigen (O2) dan jernih.
Suhu air berkisar antara 15 ~ 27°C.
pH yang disukai agak sedikit alkalis, yaitu berkisar 7 ~ 8.
Makanan yang diberikan dapat berupa makanan alami (cuk, cacing, kutu air) dan makanan buatan, diberikan secukupnya.

TEKNIK PEMIJAHAN

Pemilihan induk. Pilihlah induk yang berukuran relatif besar, bentuk tubuh yang mengembung serta mempunyai warna yang indah.

Induk-induk yang telah dipilih dimasukkan dalam satu bak untuk beberapa pasang induk. Namun apabila menghendaki keturunan tertentu dapat pula dilakukan dengan cara memisahkan dalam bak tersendiri sepasang-sepasang.

Bak-bak pemijahan harus dikontrol setiap hari. Setelah lahir, anak-anak ikan harus cepat-cepat diambil dan dipisahkan dari induknya agar tidak dimakan oleh induknya.

PERAWATAN BENIH

Anak-anak ikan yang baru lahir belum membutuhkan makanan, karena masih mengandung kuning telur (yolk egg). Setelah 4 ~ 5 hari anak ikan baru dapat diberi makanan berupa kutu air yang sudah disaring, atau kuning telur yang telah direbus dan dihancurkan.

Setelah mencapai ukuran medium (2 ~ 3 cm) dapat diberikan makanan cacing, kemudian setelah mencapai ukuran dewasa (5 ~ 7 cm) dapat diberi makanan cuk.

Disamping makanan alami dapat pula diberi makanan tambahan berupa cacing kering, agar-agar dll.
Pemberian makanan sebaiknya 2 kali sehari, hendaknya jangan berlebihan, karena dapat menyebabkan pembusukan yang dapat meerusak kualitas air.

Pergantian air. Air dalam bak atau aquarium jangan sampai kotor/keruh, karena dapat menyebabkan kematian anak ikan. Kotoran dapat dibersihkan setiap 2 ~ 3 hari sekali dengan cara disiphon, air yang terbuang pada waktu penyiphonan sebanyak 10 ~20% dapat diganti dengan air yang baru.

SUMBER
Dinas Perikanan DKI Jakarta, Jakarta, 1996

Budidaya Ikan Hias

Jenis-Jenis Ikan Hias Koi

Berdasarkan polanya ada dua jenis ikan koi, yaitu ikan koi warna nonmetalik dan ikan koi warna metalik.

1. IKAN HIAS NON METALIK

a. Kohaku, Ikan Hias Koi Paling Populer

Kohaku adalah varietas koi berwarna putih dengan bercak merah di badannya. Varietas ini paling popular di antara yang lainnya. Untuk mencapai corak seperti sekarang, dibutuhkan waktu lama. Dari seekor koi berwarna hitam, lahirlah koi berpipi merah lewat mutasi yang lantas ngetop dengan nama Hookazuki. Pada tahun 1800, dari Hookazuki ini lahirlah seekor koi berwarna putih. Koi putih dikawinkan dengan Higoi, lahirlah Haraka, yaitu Koi putih dengan bercak-bercak merah. Haraka sendiri berarti berperut merah (red belly). Kemudian, berturut-turut lahirlah Hoo-aka (berpipi merah), Era-hi (berinsang merah). Sejak 1830, muncullah koi dengan sebagian kepala merah (Zukinkaburi), koi berbibir merah (Kuchibeni), dan Sarasa yang mempunyai punggung merah dan putih. Pendek kata, pada zaman Meiji, Kohaku dikenal luas dan mulai dikembangkan secara khusus.

Kohaku juga memiliki banyak jenisnya diantaranya yaitu :

Inazuma Kohaku mempunyai warna merah menyerupai bentuk kilat dipunggungnya
Gotenzakura adalah kohaku yang mempunyai bercak merah yang seimbang pada sisi kiri dan kanan punggungnya
Doitsu Kohaku Napoleon merupakan jenis kohaku jerman yang mempunyai warne merah, seperti topi Napoleon.
Fuji Kohaku adalah Kohaku yang mempunyai gumpalan berwarna perak pada kepalanya.

Semua varietas tersebut tampak sangat cantik. Namun, kecantikannya akan hilang ketika umurnya mencapai dua tahun.

Shiromuji adalah koi yang badannya berwarna putih biasa, sedangkan keseluruhan Akumuji berwarna merah biasa. Akumuji sering disebut Higoi. Higoi yang berwarna gelap disebut Benigoi atau Hiaka. Sementara Higoi dengan sirip putih akrab disebut Aka Hajiro. Tancho Kohaku adalah Koi yang keseluruhan badannya berwarna putih denga bercak merah pada bagian kepalanya.

b. Taisho Sanke, Ikan Hias Koi Tiga Warna

Taisho Sanke adalah Koi yang tubuhnya dihiasi dengan merah dan hitam. Pala dasarnya merah, berada dibagian kepala garis lebar hitam dibagian dada. Taisho Sanke termasuk varietas yang cukup terkenal. Berikut jenis-jenis dari Taisho Sanke.

Tsubo Sumi adalah koi yang mempunyai tubuh putih dengan bercak hitam. Sementara
Kasane Sumi adalah koi yang pada warna hitamnya terdapat diatas bercak merah. Hal yang paling ideal adalah sirip yang juga mempunyai tiga pola warna.
Aka Sanke adalah Taisho Sanke yang warna merahnya membentang dari kepala hingga ekor. Koi ini memang mengesankan tapi kurang anggun.
Doitsu Sanke adalah Taisho Sanke yang masih merupakan keluarga karper kaca ini dikenal dengan Doitsu Aka Sanke.
Tancho Sanke adalah koi yang mempunyai warna merah berukuran lebar di kepalanya, tetapi ditubuhnya tidak berwarna merah.

c. Showa Sanke, Berwarna Dasar Hitam

Showa Sanke atau Showa Sanshoku adalah koi berwarna hitam dengan hiasan putih dan merah dibadannya. Sepintas koi ini mirip dengan Taisho Sanke. Bedanya terletak pada warna dasarnya. Taisho berdasar putih sedang Showa berdasar hitam.
Pada tahun 1927, Juckichi Hishino mengawikaan seekor Ki Utsuri dengan KOhaku dan menghasilkan Showa Sanke. Awalnya warna merah yang menghiasi tubuh koi ini masih bercampur dengan coklat kekuningan. Selanjutnya, Tomiji Kobayashi berhasil mengawinkan Ki utsuri dengan Yogozaemon Kohaku dan menghasilkan Showa Sanke dengan warna merah yang murni.
Penampilan Showa Sanke seringkali mirip dengan Taisho Sanke. Untuk membedakannya, dibutuhkan ketelitian. Perbedaan antara lain sebagai berikut :

Showa Sanke mempunyai bintik hitam (sumi) di kepalanya, sedangkan Taisho Sanke tidak ada.
Warna hitam (sumi) pada Taisho Sanke hanya memenuhi punggung sedangkan Showa Sanke terdapat hingga perut.
Sirip dada Taisho Sanke berwarna putih atau bergaris-garis, tetapi pada Showa Sanke, warna hitam terdapat di lipatannya. Bagi yang Profesional, bintik hitam pastilah akan menjadi perhatian karena dari bintik inilah dua ekr koi benar-benar menjadi berbeda kualitasnya.

d. Utsurimono

1. Shiro Utsuri
Shiro Utsuri adalah koi yang mempunyai warna putih berbentuk kerucut di badanya yang hitam. Pada lipatan sirip dadanya, terdapat warna hitam. Shiru Utsuri sering pertama kali dihasilkan oleh Kazuo Minemura dari Mushigame di Perkampungan Yamakoshi. Warna putih pada Shiro Utsuri harus seperti salju, sedangkan warna hitam nya sebagai pendukung utama.

2. Ki Utsuri
KI Utsuri adalah koi yang mempunyai bentuk kerucut berwarna kuning di badannya yang berwarna hitam. KI Utsuri muncul pada awal sejarah Koi. Ki Utsuri sudah ditemukan sejak awal Zaman Meiji. Hanya saja, waktu itu namanua Kuro Ki Han (bertanda hitam dan kuning). Baru pada tahun 1920, Eizuburo Hoshino memberinya nama Ki Utsuri. Warna hitamnya harus pekat, bentuk kerucutnya kuning, dan panhkal sirip dadanya bergaris-garis.

3. Hi Utsuri
Hi Utsuri adalah Koi yang warna kuningnya menyerupai warna merah. Warna hitamnya sangan kontras dengan merah. Koi ini pada umumnya sangan memikat banyak orang karena keunikan warnanya mampu menyaingi Kohaku, Showa Sanke, maupun Taisho Sanke. Badan Hi Utsuri yang bagus tidak boleh bernoda. Pada sirip dadanya terdapat garis-garis. Jenisnya adalah Utsuri Doitsu, yaitu Utsurimono yang merupakan keluarga koi Jerman, Kage Utsuri, Ginshiro, dan Ogon Utsuri.

e. Bekko, Perpaduan Putih dan Kuning
Bekko masih keluarga Taisho Sanke. Warna dasarnya merupakan perpaduan putih, merah, dan kuning. Sementara, warna hitam menjadi penghias di antara warna-warna tersebut. Macam-macam Bekko adalah sebagai berikut

1. Shiro Bekko

Shiro Bekko aalah Taisho Sanke yang tidak punya warna merah. Garis hitam menghiasi kulitnya yang putih. Koi ini disebut bagus jika pada kepalanya terdapat warna hitam. Sandainya ada, warna hitam jangan sampai merusak keseimbangan warna secara keseluruhan. Warna hitam yang lebar paa punggung sangan diharapkan, sedangkan warna putih paa kepala tidak boleh kecoklatan. Pada sirip dada, terdapat garis-garis yang cantik, tetapi ada beberapa koi yang tidak mempunyainya.

2. Aka Bekko

Aka Bekko adalah koi yang mempunyai tanda hitam dipermukaan tubuhnya yang merah. Perbedaannya yang mencolok dibandingkan dengan Aka Sanke adalah Aka Bekko tidak memiliki bagian berwarna putih asli, sedangkan Aka Snak ada. Aka Sanke (red tricolor) boleh dikatakan sebagai bekko yang mempunyai warna merah, hitam, dan putih (yang biasanya yang terdapat pada perutnya). Aka Bekko yang memiliki warna merah pekat sangat diharapkan, tetapi umunya sangat jarang.

3. Ki Bekko
Ki bekko adalah koi yang mempunya tanda hitam.

4. Bekko Doitsu
Bekko Doitsu adalah dari Koi asal Jerman.

f. Asagi, Ikan Hias Koi Berwarna Biru

Asagi adalah Koi yang mempunyai badan berwarna biru atau biru cerah dengan pipi, perut, dan lipatan sirip berwarna merah. Sisik-sisiknya berwarna biru cerah dan membentuk sususnan yang tidak bercacat. Walaupun Asagi cenderung mempunyai kepala yang ada nodanya, tetapi sebenarnya yang bersih tak bernoda lebih disukai.beberapa asagi tidak punya warna merah di perutnya. Warna merah ini konon akan menjalar ke punggung sehingga menutupi warna biru sejalan dengan meningkatnya umur Asagi.

Asagi dengan bintik merah di kepala dinamakan Asagi Menkaburi (Mask convered). Lipatan sirip dada yang berwarna merah disebut sirip Shusui. Warna merahnya tidak akan tampak di punggung.

Kajo Asagi (Dark blue Shusui) adalah asagi yang warna badannya segelap warna badan koi hitam. Narumi Asagi adalah koi yang mempunyaipola narumi. Pola ini menjadi cirikhas Asagi karenamempunyai warna paling cerah di antara Asagi lainnya. Asagi Sanke adalah koi yang mempunyai warna punggung biru pucat. Di kepala dan bagian perutnya terdapat tanda merah dan bagian bawah perutnya putih susu.

g. Shusui, Ikan Hias Koi bersisik Besar

Pada tahun 1910, yoshiori Akiyama menganwinkan Asagi Sanke dengan karper kaca dari Jerman dan menghasilkan Shusui. Shusui adalah koi yang sisiknya berukuran besar dan kulitnya lembut. Punggungnya berwarna biru gelap yang sangat cantik. Ujung hidup, pipi, perut, dan lipatan siripnya berwarna merah terbakar.

Hana Shusui adalah Shushui yang mempunyai tanda merah di kulitnya yang biru di antara garis sisik di punggung dan perut. HI Shusui adalah Shusui yang warna merahnya cukup luas hingga menutupi daerah punggung. Shusui yang berwarna hijau kuning dengan daerah punggung berwarna hijau gelap hingga ungu diberi nama KI Shusui. Jika punggungnya mendekati kehitaman dan tidak ada unsur warna hijau atau ungu maka koi tersebut bernama Ki Matsuba Coitsu. Pearl Shusui diberikan pada jenis Shusui yang mempunyai sisik punggung berwarna keperakan.

h. Karomo, Ikan Hias Koi Keturunan Asgoi dan Kohaku

Karomo diberikan bagi koi keturunan Asagi dengan Kohaku atau peranakan sari asagi dengan salah satu Sanshoku. Macam-macam karomo adalah Aigromo (blue karomo), Sumi Karomo (Dark Karomo), Budo Sanshoku, Karomo Sanke, dan Karomo Showa (Ai Showa), Ai Goromo adalh peranakan Asagi dengan Kohaku. Sisiknya yang merah mempunyai lingkaran tepi biru.

Sumi goromo adalah koi yang warna hitamnya seperti tampak pada bercak hitam kohaku. Di kepalanya juga terdapat warna hitam. Koi yang mempunyai sisik ungu berbentuk anggur diberi nama Budo Sanshoku. Koromo Sanke merupakan peranakan dari Perkawinan Ai Goromo dan Taisho Sanke. Tanda biru keluar dari bercak merah pada Taisho Sanke. Sementara Koromo Showa (Ai Showa) adalah peranakan Ai Goromo dan Showa Sanshoku. Tanda birunya keluar dari bercak merah pada showa sanshoku.

i. Kawarimono Lebih Gelap

Koi yang termasuk dalam daftar perkawinan Kawarimono adalah Karasugoi (Dark Koi), Kigoi (Yellow Koi), Chagoi (Brown Koi), Midrogoi (Green Koi), dan Matsuba. Karasugoi mempunyai badan yang lebih gelap dibandingkan Magoi (koi hitam). Kigoi adalah koi yang mempunyai badan berwarna kuning. Beberapa kigoi mempunyai mata berwarna merah. Chagoi adalh koi yang berwarna coklat. Khusus koi yang masih keluarga karper jerman, tumbuhnya lebih cepat dan umunya berukuran besar.

Matsubagoi adalah koi yang seluruh sisiknya berwarna cerah. Matsuba yang berwarna merah gelap disebut Aka Matsuba. Untuk Ki-Matsuba kuning putih disebut Shiro Matsuba. Kin MAtsuba dan Gin Matsuba merupakan sebutan untuk keturunan Matsuba dan Ogon.

Midrogoi adalah nama yang diberikan untuk koi jerman yang mempunyai sisik berwarna hiaju kekuningan. Ikan ini hasil budi daya Tadao Yoshioka yang mengawinkan jantan Shusui dan Yamabuki Ogon pada tahun 1965.

2. IKAN HIAS KOI METALIK

a. Ogon atau Hikarimuji Mono, Yang Keemasan

Ogon adalh koi yang badannya berwarna emas (Gold) ogon ditemukan ole Sawati dan anak laki-lakinya pada tahun 1946.
Ciri-ciri Ogon sebagai berikut :

Kepalanya selalu berwarna cerah keemasan
Sisiknya keemasan. Koi yang mempunyai sisik lebar pada daerah perutnya termasuk jenis yang dicari
Sirip dada berkilau
Bentuk bagus
Warna tidak berbau gelap, meskipun suhunya naik.

Macam-Macam Ogon

Nezu Ogon aalah panggilan untuk koi yang berwarna perak
Platinum ogon adalh sebutan untuk koi hasil budidaya Tadao Yoshiaka (1963) yang merupakan peranakan dari Kigoi dan Nezu Ogon. Sesuai namanya, koi ini mempunyai badan berkilauan, seperti platinum.
Yamabuki Ogon adalah sebutan untuk koi yang mempunyai badan berkilauan, seperti emas murni. Koi ini merupakan hasil perkawinan Kigoi dan Ogon yang dilakukan masaoka pada tahun 1957.
Orange Ogon adalah Orange Hikarimono yang muncul pertama kali pada tahun 1956
Hi Ogon adalah koi yang mempunyai kepala jernih, sisiknya berkilauan, dan warnanya merah.
Kin Matsuba adalah Perkawinan antara Matsuba dengan Ogon. Kin Matsuba mempunyai sisik timbul yang sangat berkilauan seperti platinum.
Orange Doitsu mempunyai badan berwarna orange
MInzuhi Ogon adalah Orange Ogon yang mempunyai sisik hitam berkilauan pada bagian punggungnya.

b. Hikarimoyo Mono Keturunan Ogon

Hikarimoyo Mono adalah keturunan dari perkawinan OPgon dengan Koi lain (kecuali Utsuri), termasuk juga Hariwake. Koi yang masuk dalam daftar Hikarimoyo Mono adalah :

Kariwake adalah koi yang mempunyai pola emas dan perak dengan kepala jernih
Yamabuki Hariwake adalah koi yang mempunyai warna emas murni dan platinum.
Orange Hariwake mempunyai warna emas orange dan platinum
Hariwake Matsuba adalah koi yang polanya seperti jarum cemara.
Hariwake Doitsu adalah koi hasil keturunan koi Jerman
Kikusui adalah sebutan untuk Yamabuki Hariwake Doitsu yang badannya seperti platinum dan mempunyai hiasan yang cantik pada sisi badannya.
Hyakunenzakura adalah sebutan untuk kikusui yang mempunyai hiasan berkilauan pada punggungnya.
Platinum Kohaku (Fin Fuji) adalah keturunan Kohaku dan Ogon. Koi ini mempunyai punggung yang putih berkilaun seperti platinum.
Yamatoni Shiki diberikan untuk menyebut Hikarimono dari Yaisho Sanke yang berhasil dikembangkan oleh Sakichi Hodhino pada tahun 1965. Koi ini mempunyai badan yang gumpalan platinum yang tampak indah sepanjang hari.
Hikarimino dari Shusui dinamakan Kinsui yang mempunyai warna merah. Namun, jika tidak ada warna merahnya, bernama Ginsui.
Sho Chiku BAi adalah Sebutan untuk keturunan Ogon dan Ai goromo yang mempunyai pola berbentuk kerucut berwarna biru.
Kujaku Ogon adalah koi yang berhasil budi daya Toshio Hirasawa pada tahun 1960. Koi ini merupakan keturunan dari Goshiki dan Ogon. Koi yang masih satu keluarga dengan koi jerman dinamakan Kujaku Doitsu.
Tora Ogon adalah keturunan dari Ki Bekko. Koi emas dengan tanda-tanda hitam di punggungnya disebut tora ogon.

c. Kinginrin, Ikan Hias Koi Perak

Kinginrin adalah koi yang mempunyai tanda-tanda perak di badannya. Beta gin merupakan sebutan koi yang hanya sebagian besar badannya diselimuti warna perak. Sementara koi yang keseluruhan badannya berwarna perak dinamakan Tama Gin atau Platinum Ginrin.

Macam-Macam Kinginrin

Kinginrin-Kohaku adalah kohaku yang ada unsure warna peraknya. Jika perak ini terdapat pada warna putihnya, dinamakan Ginrin. Sementara jika warna putihnya muncul diantara warna merah, dinamakan Kinrin. Umunya warna perak ini tampak di bagian punggung.
Kinginrin-Sanke adalah sanke yang ada warna peraknya. Dulu wran perak yang tampak ini tidak disukai karena keberadaanya membuat warna merah dan hitam pudar. Kini, Ginrin Sanke dengan warna merah dan hitam yang cerah justru dibudidayakan.
Kinginrin Showa adalah showa yang mempunyai unsure warna perak
Kinginrin Bekko adalah Bekko yang mempunyai unsure warna perak
Hiarimono Kinginrin adalah Hikarimono yang mempunyai unsure perak yang relative masih baru. Platinum Ogon dan Yamabuki Ogon yang ada unsure peraknya merupakan ikan yang benar-benar menawan.

d. M. Tancho, Memiliki lingkaran merah di kepala

Tacho adalah sebutan untuk koi yang sekujur badannya tidak terdapat warna merah, kecuali diagian kepala. Contohnya seperti Tacho kohaku, Tancho Sanke, dan Tancho Showa. Tancho Kohaku merupakan jenis koi dengan hiasan merah dikepalanya yang berbentuk hati atau lingkaran.

Jenis ikan koi lainnya
– Koi torpedo
adalah ikan koi yang memiliki bentuk tubuh kokoh dan kekar dengan kepala besar, pundak naik, serta pangkal ekor yang tebal dan sirip lebar sehingga menyerupai torpedo. Sedangkan

– Koi bongsor
adalah jenis iakn koi yang bertubuh bongsor, bentuk pinggang hingga kepala membesar, warna tidak mudah memudar, serta tahan stress.

Sumber : Penebar Swadaya, 2008, Heru Susanto, Panduan Memelihara Ikan Koi – Citra Aji Parama, 2006, Ir. Suryani, Budidaya Ikan Hias.

Budidaya Ikan Hias

Meraup Untung Dari Budidaya ikan Hias

Budidaya Ikan Hias

Budidaya ikan hias air tawar ternyata mampu memberikan kehidupan bagi banyak orang yang menekuninya. Selain orang suka akan keindahan ikan hias ,banyak pula orang yang menggantungkan hidupnya dari membudidayakan dan memasarkan ikan hias yang jenisnya bermacam-macam. Tak jarang beberapa petani yang semula menekuni budi daya ikan konsumsi seperti ikan nila, ikan lele,gurame dan lain sebagainya beralih menekuni budidaya ikan hias.

Semua itu dilakukan karena potensi ekonomis budidaya ikan hias lebih menggiurkan dibandingkan dengan ikan konsumsi. Dengan pola pemeliharaan dan pemberian makanan yang hampir sama dengan ikan konsumsi , budidaya ikan hias mampu menghasilkan pemasukan yang lebih besar karena harga ikan hias lebih mahal. Kunci membudidayakan ikan hias adalah telaten dan senang di dalam memeliharanya.

Jika dibandingkan dengan budidaya ikan konsumsi pemeliharaanya hampir sama sedangkan masalah penjualan biasanya ikan konsumsi dihargai dengan sistem kiloan, ikan hias dihargai dengan sistem per ekor, dengan demikian bisnis budi daya ikan konsumsi lebih menekankan kuantitas, sehingga memerlukan lahan yang luas dan sarana yang lebih banyak.

Hasil budi daya Ikan hias lebih menekankan kualitas sehingga bisa dilakukan di lahan sempit dan bisa dilakukan sebagai usaha sampingan. Jika tidak memiliki kolam yang luas, budidaya ikan hias bisa dilakukan di dalam akuarium atau bak semen yang cukup kecil. Jika lahan yang tersedia cukup kecil, kita harus lebih selektif dalam memelihara ikan hias. Ikan-ikan hias yang dipelihara cukup yang berkualitas bagus sedangkan yang berkualitas kurang bagus harus segera diafkir karena memakan tempat.

Jenis-Jenis Ikan hias

Ikan Hias Air Tawar

Ada banyak jenis-jenis ikan hias air tawar yang bisa Anda pilih untuk dipelihara. Pada dasarnya memelihara ikan hias air tawar ini lebih mudah dibandingan dengan yang air laut.

Namun tetap Anda harus telaten terutama dalam memastikan kebersihan lingkungan hidup ikan hias ini. Ikan hias air tawar bisa Anda pelihara di kolam maupun akuarium.

Berikut ini adalah jenis-jenis ikan hias air tawar yang sering dipelihara:

* Ikan mas koki.

Ikan maskoki adalah ikan hias air tawar yang sering dipelihara. Bentuknya yang lucu dengan kepala yang biasanya dipenuhi benjolan membuat ikan ini tampak cantik saat berenang.

Ada banyak jenis ikan maskoki yang dibudidayakan. Anda bisa mendapatkannya di toko ikan hias di daerah Anda.

Saat memelihara ikan ini, Anda harus cukup telaten karena ikan ini sangat sensitif dan mudah mati.

* Ikan oskar.

Oskar adalah ikan hias yang juga cukup familiar di antara para penggemar ikan hias di Indonesia.

Ukurannya juga cukup besar, yaitu bisa mencapai 30cm. Ikan ini merupakan ikan yang pintar dan cukup mudah dibiakkan.

Namun Anda harus berhati-hati saat memelihara ikan hias ini. Jangan satukan oskar dengan ikan kecil lainnya karena bisa dimangsa oleh oskar.

* Ikan louhan.

Ikan ini sering dikaitkan dengan keberuntungan. Konon ikan ini katanya dapat memberikan hoki bagi Anda yang memeliharanya.

Ikan ini memiliki kepala yang menonjol besar, semakin besar semakin cantik rupanya. Ikan ini berasal dari negeri tetangga kita, Malaysia.

* Ikan cupang.

Ikan hias yang kecil dan lucu ini sering dijadikan ikan aduan oleh anak-anak. Ikan ini memiliki berbagai jenis dengan aneka warna yang menarik.

Memelihara ikan ini, Anda sebaiknya tidak menggabungkan beberapa ikan dalam satu akuarium. Hal ini dikarenakan sifat ikan cupang yang bisa menjadi ganas dan saling berkelahi satu sama lain.

* Ikan koi.

Ikan yang mirip dengan ikan mas ini biasanya dipelihara di kolam. Tubuhnya yang dihiasi dengan warna-warna indah sangat menarik saat ikan ini berenang di kolam.

Begitu Anda melemparkan makanan ke kolam, ikan ini akan segera menyembur keluar untuk berebutan makanan.

Ikan Hias Air Laut

Selain ikan hias air tawar, ada jenis-jenis ikan hias air laut yang banyak dipelihara penggemar ikan hias.

Memelihara ikan hias air laut memang lebih sulit karena Anda harus menyediakan air laut secara berkala untuk menggantikan air yang sudah kotor. Ikan hias air laut biasanya dipelihara di akuarium yang dilengkapi dengan bunga karang.

Berikut ini adalah jenis-jenis ikan hias air laut yang sering dipelihara:

* Ikan anularis.

Anularis adalah ikan air laut yang cantik dengan bentuk pipih dan lebar. Tubuh ikan ini berwarna kuning. Di kedua sisi tubuhnya terdapat garis-garis yang berwarna biru.

* Ikan blue devil.

Walau namanya cukup ekstrim, namun ikan ini termasuk ikan hias yang cantik. Tubuhnya langsing dengan warna biru berbintik putih di bagian atas. Ikan ini cukup aktif berenang di antara karang.

* Ikan botana.

Ada banyak jenis ikan botana yang bisa menjadi pilihan Anda, yaitu botana biru, botana kasur dan botana kacamata.

Tiap jenis ini memiliki ciri khasnya masing-masing. Misalnya botana biru, memiliki warna biru dengan bentuk tubuh yang agak bulat. Sedang botana kasur memiliki warna yang mirip dengan kasur.

* Ikan betmen.

Ikan ini berwarna keemasan bergaris-garis biru dengan hiasan seperti topeng di matanya. Ikan ini merupakan ikan yang unik dan cukup digemari karena warnanya yang cantik.

Masih banyak jenis-jenis ikan hias baik itu ikan air tawar maupun laut yang sering dipelihara. Anda bisa melihat semua jenis ikan hias ini di toko ikan hias.

Saat menentukan jenis ikan hias yang akan dipelihara, hendaknya Anda memahami dahulu cara-cara memelihara jenis-jenis ikan hias ini.

Budidaya Ikan Hias

Ikan Arwana Silver

Budi daya Arwana Silver ternyata cukup menjanjikan. Seekor induk ikan Arwana Silver, bisa menghasilkan sekitar 100 ekor anak dengan nilai jual Rp 30.000 per ekor, untuk usia sekitar dua minggu pascainkubasi.

Jika hasil panen 15 induk saja, larva atau anak ikan yang dimuntahkan dari mulut induk bisa mencapai 1.500 ekor. Maka hasil yang bisa diraup mencapai Rp 45 juta. Wah.

Uniknya, pemasaran ikan cukup unik, yakni calon pembeli harus membeli dalam jumlah ratusan ekor, bukan satuan. Tapi, jangan dikira usaha budi daya ikan yang mahal itu bisa dilakukan dengan sederhana, sebab banyak persyaratan yang harus dipenuhi.“Budi daya Arwana Silver memang relatif lebih mudah, tapi harus paham betul karakter dan perawatannya. Misalnya, suhu air harus dijaga pada kisaran 25-30 derajat celcius, kondisi air tetap baik, makanan memadai dan sesuai dengan kebutuhan ikan, serta penanganan ikan saat sakit,” kata Pelaksana Budi Daya Arwana Silver Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Agus Tjakrawidjaja, seusai panen raya, belum lama ini.

Karena kerumitannya itulah, selama tiga tahun, sejak tahun 2007 lalu, LIPI melalui Program Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Daerah (Iptekda) di Cibinong Science Center (CSC), berusaha membudidayakan ikan Arwana Silver. Ternyata, hasilnya cukup menggembirakan.Apalagi ikan bercorak dan berwarna menarik itu, tidak saja dipasarkan di dalam negeri, juga untuk komoditas ekspor. “Permintaan Arwana ini cukup tinggi dari berbagai negara. Jaringan perdagangannya di luar negeri juga sudah terbentuk,” katanya.

Sulit Diprediksi

Agus menguraikan pengalaman LIPI selama membudidayakan Arwana Silver, yang berasal dari Brasil itu. Sejak tahun 1970, ikan itu sudah terdomestikasi di Indonesia, sehingga mudah dibudidayakan.Salah satu yang unik, usia hidup Arwana itu, sulit diprediksi. Namun, rata-rata kekuatan induk mencapai 15 tahun. Sedangkan, masa produktifnya dimulai saat ikan berumur 3-4 tahun.

“Jika panjang ikan lebih dari 60 sentimeter, anaknya kurang dari 100. Jika panjang 60 sentimeter lebih, anaknya lebih dari 100. Ikan ini biasa dipanen saat musim penghujan, setiap empat minggu sekali,” papar peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI itu.

Induk ikan diberikan pakan katak, keong mas, dan usus ayam. Namun, ketika leher induk terlihat hitam, tandanya siap mengeluarkan anak, maka induk dipuasakan atau tidak membuka mulutnya selama dua bulan.Ketepatan membaca kondisi induk amat penting untuk menekan mortalitas (angka kematian) anak. Bisa saja, anaknya tertelan. Jadi, pada usia anakan sekitar empat minggu baru bisa dipanen.Iptekda LIPI CSC memiliki lima kolam penangkaran, yang menampung 530 ekor Arwana Silver. Ditargetkan, tahun 2010 ini, dari usaha yang dipayungi koperasi LIPI itu, produksi larva anak ikan sebanyak 17.000 ekor, dengan keuntungan bersih mencapai Rp 400 juta.Ke depan, juga disiapkan budidaya berbagai jenis Arwana, dengan harga yang jauh lebih mahal. Di penakaran CSC, kini terdapat bakal induk arwana jantan dan betina Kalimantan jenis Banjar, Green, dan Irian.

Agus menjabarkan, harga anakan Arwana Irian mencapai Rp 50.000/ekor, Kalimantan Stren Green Rp 250.000, Stren Banjar Rp 500.000, Stren Golden-Red Rp 1.500.000, dan Stren Super-Red Rp 4,5 juta-5 juta/ekor. Arwana Kalimantan Golden-Red dan Super-Red, diakui Agus, belum dimiliki CSC.

Lokasi budi daya itu pun cukup menarik. Selain dapat melihat budi daya ikan Arwana berbagai jenis, juga bisa disaksikan budi daya ikan Nilem (Osteochilushasseltii) untuk terapi kesehatan secara gratis. “Ikan untuk terapi harus yang tidak bergigi agar tidak infeksi jika digunakan terapi,” imbuhnya. [R-15]

Syarat Hidup
• pH: 6.0 – 6.9
• GH: 4 – 10
• Temperatur: 24 – 30 °C
• Panjang Maksimum: 120 cm
• Pakan: pakan hidup
• Reproduksi: egg layer – mouthbrooder
• Cahaya: terang tanpa sinar matahari
• Temperamen: tidak direkomendasikan untuk pemula
• Zone Renang: atas
• Set up Akuarium: akuarium dengan bebatuan, tanaman dan kayu-kayuan.
Arwana silver dalam perkembanganbiakannya melalui tahapan berkasih-kasihan yang sederhana. Telurnya termasuk berukuran besar yaitu sekitar 1.5 cm. Induk jantan akan mengerami telur tersebut dalam mulutnya selama 50 – 60 hari. Burayak baru akan meninggalkan induk setelah katung telurnya habis diserap, pada saat tersebut biasanya burayak memiliki ukuran 8 – 10 cm. .